Thursday, June 23, 2011

044: Segmen - Andai itu yang terbaik.

Andai Itu Yang Terbaik


Sering saja aku ingin jadi suria,

Yang tak jemu berarak di ufuk angkasa,


Agar hati-hati yang terluka,

Dihiris tohmahan kekasih celupar,

Bisa merasa hangatnya cinta,

Menumpang cahaya yang menyinar,


Selalu saja aku ingin jadi hujan,

Yang turun lewat kelabunya awan,


Agar rasa-rasa yang rawan,

Ditinggalkan kekasih di lorong curang,

Bisa menangis ditemani hujan,

Mencari kembali semangat yang hilang.


Kadang mahu saja aku jadi pelangi,

Yang terbentang indah di langit tinggi,


Agar jiwa-jiwa yang menangis,

Menanti kekasih dalam gerimis,

Bisa mengukir senyuman manis,

Memandang warna tujuh cebis.


Wahai hati-hati yang terluka,

Rasa-rasa yang rawan,

Jiwa-jiwa yang menangis,


Teriaklah sehingga letih,

Menangislah sampai pulih,

Mengadulah sehabis sedih,


Namun biarlah sebentar cuma.

Kerana Tuhan itu punya rahsia,

Yang terbaik itu kata janji-Nya,

Pengganti kekasihmu ada di syurga.


Andai itu yang terbaik,

Senyum kembali wahai si cantik,

Jangan merungut jangan mengherdik,

Rancangan Dia yang paling cerdik.


Join segmen Sang Penyair Senja di -SINI-

__________________________________________________________

Sebenarnya aku terbaca pasal segmen ni di blog ANAJANNAH. Aku bukanlah manusia yang aktif join contest dan segmen sana sini. Cuma aku memang sukakan puisi. Kalau ada sesiapa yang suka puisi jugak, boleh lah join. Aku pun dah lama tak trigger otak untuk karang puisi. Walaupun puisi aku ni tak berapa puitis pun, tapi yang penting bagi aku orang faham apa aku nak sampaikan. Ke korang tak paham jugak? Haha..

Puisi ini untuk wanita yang ditinggalkan kekasih curang, yang selalu dilukai kekasih, dan yang masih menunggu kekasih hati.

7 pendengar:

nadiah said...

biarpun mampu senyum kembali, tapi senyuman itu tak mungkin akan sama seperti dulu lagi..

Puding Karamel said...

err...adakah berdasarkan pengalaman peribadi?hohoho

Penyair SenjA said...

menarilah diatas hati yang rendang bersama kasih sayang yang bertabur indah
hidup ini indah sebenarnya
asalkan kita tahu cara menyingkapinya kan :)

*terima kasih join sahabat,tiada kata,santunku untukmu :)*

Ana Jannah said...

ku smpaikan angin di ufuk mentari...
mengharapkan kasih yang ikhlas...
salam mesra dsrii lubuk hati...
buat yang jauh....:)

s u a r a h e a R t y said...

salam sgah dr segmen penyair senja :)

SYAF said...

Best entry.....
Saf Pun SuKakan Akan Puisi...
Melawat Dari Segmen PEnYair SenJa...
:)

safiyyah said...

Puding Karamel,
sikit2 kot :P

yang lain,
terima kasih singgah :)